Sebelum anak Saya lahir. Saya sering
membayangkan, makanan apa saja yang bisa Saya berikan untuk anak saya. Makanan apa yang lebih mudah didapat, lebih alami, dan lebih bergizi buat
anak setelah
pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan.
Sejalan beriringnya waktu, Saya menyadari , satu-satunya hal yang bisa diprediksi tentang makan
bayi adalah ketidakpastian
yang dihadapi. Bisa tiba-tiba bayi membuang makanan, tidak mau
mengunyah. Lebih tertarik pada mangkuk makanan, bukan pada makanannya. Namun, semua
anak berkembang,
mulai dari belajar minum ASI,
belajar mengunyah,
mulai makan makanan padat.
Di bawah ini, Anda akan menemukan Skema secara umum. Jumlah perkiraan makanan, kapan sebaiknya makanan
tersebtu diberikan.
Pada usia ini jadwal makan bayi bisa disesuaikan dengan jadwal makan sang ibu. Namun pada minggu-minggu pertama, jadwal makan bayi perlu disesuaikan dengan mood atau keinginan bayi itu sendiri. Pada masa itu, makanan bisa diberikan saat bayi menginginkannya saja kemudian perlahan-lahan diperkenalkan atau dibiasakan pada rutinitas makan 3 kali sehari
• Usia 8-12 bulan
Pada usia ini jadwal makan bisa menjadi 5 kali sehari dengan 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan ringan pada waktu pagi dan sore. Mulai usia 10 bulan, pada umumnya bayi akan mencoba untuk makan sendiri. Pada usia ini juga bisa diperkenalkan fingerfood atau makanan berukuran kecil yang bisa dipegang oleh tangan mungil bayi. Fingerfood bisa berupa biskuit bayi atau bisa juga menggunakan buah-buahan lembut yang dipotong kecil-kecil
• Usia 12 sampai 24 bulan
Pada usia ini pertumbuhan bayi akan cenderung berjalan lebih cepat. Akan lebih baik bila para ibu tetap menggunakan porsi makan 5 kali sehari untuk menyediakan anak dengan sumber gizi yang mendukung gerak tubuh anak yang sudah semakin kompleks

Tidak ada komentar:
Posting Komentar